Hati dinamai qalbun (قلب) karena sifatnya yang bolak-balik. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Ibnu ‘Abbas di dalam tafsir Ibn Abu Hatim. Syaikh as-Sa’di dalam tasirnya mengatakan bahwa tidaklah hati dinamai qalbun selain karena betapa dahsyat sifat bolak baliknya. Seorang hamba benar-benar butuh Allah untuk mendapat karunia meneguhkan hati. Betapa miris kita mendengar dari kisah-kisah terdahulu tentang seorang ahli ibadah yang ...



























Kanal Tafsir Mencerahkan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.