Mengacu pada teks Al-Quran, kita dapat menyelidiki pandangan Islam terhadap keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas sosial politik untuk mencapai tujuan yang Islami. Sehingga dapat di paham bahwa ruang sosial politik dalam Islam itu tidak tabu. Sebagaimana pandangan oleh sebagian orang muslim, tidak ingin melibatkan diri pada politik. Bahkan ada yang terkesan apatis, anti panti terhadap politik sehingga terjadilah ke tidak pedulian dengan keadaan yang terjadi di masyarakat. Hal ini, menjadi penyebab Islam lemah dalam gerakan dakwah, bahkan sering menjadi kambing hitam atas persoalan yang terjadi dalam kehidupan di masyarakat. Tentu ini harus menjadi bahan telaah kritis bagi mahasiswa Islam.
Peran Mahasiswa Islam
Harus diketahui dan dipahami bahwa, mahasiswa Islam itu memainkan peran kunci dalam mengemban amanah dakwah dan memperjuangkan keadilan sosial. Al-Quran sebagai sumber utama ajaran Islam memberikan panduan dan landasan bagi gerakan sosial politik yang dapat dilakukan oleh mahasiswa Islam. Sejatinya ketaatan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, akan juga terlihat bagaimana sikap dan tanggapan atas persoalan yang terjadi dalam kehidupan. Di antara sikap itu ketaatan pada pemimpin dan juga siakap atas perselisihan dalam pendapat. Sebagaimana dijelaskan oleh Allah dalam Al Quran Surat An Nisa ayat 59: “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian”.
Setidaknya ayat tersebut menyampaikan pesan, bahwa ilmu menjadi instrumen penting dalam menggerakkan sosial politik yang dijalankan oleh mahasiswa Islam. Bagaimanapun, Islam akan senantiasa mengedepankan ilmu pengetahuan dalam berbagai hal, begitu pun halnya dengan sosial politik. Bahwa Al-Quran memandang pengetahuan sebagai aset yang sangat berharga dalam mengupas tuntas tentang sosial politik. Oleh karena itu, mahasiswa Islam diharuskan menuntun ilmu dan menggunakannya untuk menyebarkan nilai-nilai Islam dalam gerakan sosial politik demi kebaikan umat dan masyarakat. Setidaknya, ada tiga pandangan yang ingin penulis sampaikan perihal gerakan sosial politik dalam pandangan Al-Quran.
Keadilan Sosial dalam Al-Quran:
Al-Quran menekankan pentingnya keadilan sosial sebagai prinsip fundamental dalam kehidupan masyarakat. Mahasiswa Islam didorong untuk mengidentifikasi ketidakadilan dan berusaha memperbaiki masalah sosial melalui peran aktif dalam gerakan sosial politik.
Keadilan sosial merupakan konsep yang penting dalam Al-Quran. Al-Quran menekankan pentingnya memperlakukan semua orang dengan adil dan berlaku adil dalam segala aspek kehidupan. Terdapat beberapa ayat Al-Quran yang menggarisbawahi nilai-nilai keadilan sosial, seperti memperlakukan orang miskin, anak yatim, dan orang lemah secara adil serta berbagi kekayaan dengan sesama.
Begitu banyak ayat Al-Quran tentang keadilan sosial di antaranya dalam Surah Al Hujarat (49:13); yang menyatakan bahwa semua manusia adalah sama di hadapan Allah dan bahwa keutamaan seseorang ditentukan oleh ketakwaannya. Selain itu, Surah Al-Maidah (5:8) menekankan pentingnya berlaku adil dalam memberikan saksi dan tidak memihak kecuali karena keadilan. Keadilan sosial juga terkait dengan masalah ekonomi. Dalam Surah Al-Baqarah (2:188), Al-Quran melarang mengambil harta orang lain dengan cara yang tidak adil dan menekankan perlunya berbisnis secara jujur dan adil. Al-Quran juga menekankan keadilan dalam hubungan sosial dan keluarga. Misalnya, dalam Surah An Nisa (4:1), disebutkan tentang perlunya memberikan hak-hak perempuan dan yatim secara adil dalam pembagian harta. Secara keseluruhan, Al-Quran menekankan bahwa keadilan sosial merupakan bagian penting dari nilai-nilai Islam, dan manusia diharapkan untuk mengamalkannya dalam setiap aspek kehidupan mereka.
Partisipasi Politik dalam Al-Quran
Al-Quran menekankan perlunya partisipasi politik yang beretika dan berdasarkan prinsip Islam. Mahasiswa Islam diharapkan terlibat dalam proses politik dengan cara yang sahih, anti kekerasan dan berlandaskan akhlak Islami. Dalam Al-Quran, terdapat beberapa ayat yang dapat dihubungkan dengan partisipasi politik. Meskipun Al-Quran lebih berfokus pada aspek moral, etika, dan spiritual, beberapa ayat menyentuh tentang pemerintahan, kewajiban, dan tanggung jawab masyarakat terhadap pemimpin mereka.
Dalam Al-Quran, partisipasi politik tidak dijelaskan secara rinci, tetapi ada beberapa ayat yang memberikan panduan tentang bagaimana seorang Muslim harus berperilaku dalam masyarakat dan politik sebagaimana Al-Quran surat An Nahl (16:90), menekankan pada keadilan, kewajiban untuk berbicara yang benar, dan menghormati otoritas yang sah. Selain itu, dalam beberapa ayat, Al-Quran menyebutkan kewajiban beramal Shalih dan berupaya menciptakan perdamaian dan kesejahteraan bagi semua.
Dalam praktiknya, partisipasi politik bagi umat Muslim bisa beragam. Termasuk menjadi pemimpin yang adil, memilih pemimpin yang bertanggung jawab, dan berpartisipasi dalam proses politik yang sah. Hal ini didasarkan pada prinsip-prinsip Islam yang mendasari keterlibatan positif dan konstruktif dalam masyarakat dan pemerintahan. Namun, perlu dicatat bahwa interpretasi ayat-ayat Al-Quran harus dilakukan dengan hati-hati dan secara menyeluruh, dengan mempertimbangkan konteks historis dan sosialnya. Selain ayat-ayat tersebut, ada banyak prinsip dan nilai dalam Al-Quran yang dapat membentuk landasan etika bagi partisipasi politik yang bertanggung jawab dan berprinsip.
Dialog dan Musyawarah dalam Al-Quran:
Al-Quran mendorong mahasiswa Islam untuk mempraktikkan musyawarah dan dialog dalam gerakan sosial politik. Proses pengambilan keputusan yang partisipatif dan inklusif dapat memperkuat gerakan mahasiswa dalam mencapai tujuan bersama secara Islami. Dalam Al-Quran, dialog dan musyawarah ditunjukkan sebagai prinsip untuk mencari kebenaran, mengajak orang lain kepada kebaikan, dan memberi nasehat. Berdasarkan dialog dan musyawarah, diharapkan tercapai pemahaman yang lebih baik dan kesepakatan bersama dalam menjalani kehidupan sesuai dengan petunjuk Allah.
Salah satu contoh ayat yang relevan adalah dalam Surah An-nisa (4:58): “Allah menyuruhmu untuk menyerahkan amanah kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.”Ayat ini menunjukkan pentingnya keadilan dalam penerapan hukum dan pengambilan keputusan politik. Selain itu, dalam Surah Asy-Syura (42:38), Allah menyebutkan bahwa umat Islam diminta untuk bersepakat dalam berbagai urusan mereka: “Dan mereka yang memberi jawaban kepada panggilan Tuhan-Nya, mendirikan sembahyang, dan urusannya (di antara mereka) adalah dengan musyawarah.”Ini menunjukkan pentingnya musyawarah dan konsultasi dalam mengambil keputusan politik yang mempengaruhi masyarakat. Dialog dan musyawarah juga dipromosikan sebagai cara untuk mengatasi konflik dalam Surah Al-Hujurat (49:9).
Akhirnya, gerakan sosial politik mahasiswa Islam yang berakar pada Al-Quran. Menjadi sarana penting untuk mewujudkan keadilan dan kebaikan kehidupan dalam masyarakat. Mahasiswa Islam diharapkan berperan aktif dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam dalam konteks sosial politik dengan cara yang sahih dan berlandaskan pada ajaran Al-Quran. Sehingga mereka layak dan pantas menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat dalam mewujudkan visi Islam tentang keadilan sosial.
Editor: An-Najmi




























Leave a Reply