Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Dalam dunia pendidikan, orang yang menuntut ilmu memiliki banyak sebutan , seperti pelajar, murid, siswa, anak didik dan lainnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata pelajar diartikan dengan anak sekolah. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa kata pelajar hanya disematkan kepada anak-anak yang berada di sekolah. Pancasila sendiri sebagai dasar negara yang merupakan hasil kesepakatan, perjanjian luhur dan konsensus nasional bangsa ...

Terlalu sering kita terlena dengan urusan-urusan remeh perihal perbedaan pemikiran, ajaran, ritual, dan hal-hal remeh lain. Kita tidak menyadari bahwa ada hal yang sifatnya lebih urgen ketimbang hanya ‘menang-menangan’. Perihal siapa yang paling bijak, siapa yang paling diridhoi, dan siapa yang paling benar, kita tidak pernah tau. Hal ini yang perlu kita renungan secara bersama. فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّيْنِۗ  Maka ...

Kata kafir sering sekali memicu polemik dan pertikaian yang terjadi akibat pemahaman yang berbeda mengenai makna dari kata kafir. Kata kafr sendiri menurut KBBI, kafir merupakan julukan untuk orang-orang yang tidak meyakini allah Swt dan rosulnya.  Sedangkan kosa kata kafir ini sendiri merupakan bentuk akar dari Kafara yakfuru kufr, yang mengandung arti “Menutup”. Kata kafir dalam al-Qur’an salah satunya terdapat pada ...

Manusia merupakan makhluk Allah SWT yang paling sempurna ciptaanya dibanding dengan makhluk yang lainnya. Sejatinya manusia memiliki sifat monodualis, monodualis artinya manusia di dalam kehidupan memiliki dua peran; peran sebagai makhluk individu dan juga sebagai makhluk sosial. Di dalam Al-Qur‘an penyebutan manusia dengan empat istilah yaitu Basyar, Ins, Insan, dan nas. Banyaknya penyebutan manusia dalam al-Qur‘an, menandakan bahwa setiap kata ...

Dalam agama Islam segala sesuatu pasti ada hukum dan aturannya. Hukum dan aturan tersebut mempunyai beberapa sebab dan akibat sehingga terwujudnya kedua hal tersebut. Perihal hukum dan aturan, agama Islam telah menjelaskan dalam 4 sumber hukum yang disepakati oleh kaum muslimin, yaitu: Al-Qur’an, hadis, ijma’, dan qiyas. Namun dari keempat hukum tersebut, Allah SWT telah menetapkan dua sumber utama yang ...

Dalam konteks dunia, manusia memiliki alasan tersendiri atas tindakannya, dari alasan berbasis subjektif maupun objektif. Fenomena sosiologis, yang terkonstruk dari berbagai tindakan manusia, bisa saja memiliki arti yang tidak sesuai dengan fenomena itu sendiri. Dalam artian, varian asumsi bisa muncul hanya dari satu fenomena. Untuk mampu memberikan justifikasi yang kritis mengenai suatu fenomena yang nampak, seseorang harus mengupayakan satu term ...

“Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-orang kafir.” Begitulah firman Allah tentang perintah bertakwa kepada Allah dan Nabi Muhammad dalam QS. Ali Imran [3]: 32. Tidak diragukan lagi bahwa sumber pokok ajaran agama adalah dari al-Qur’an dan hadis Nabi. Jikalau kedua sumber tersebut tidak ditaati tentu agama akan menjadi tidak seimbang. Oleh karena itu ...

Menggunjing adalah menceritakan tentang kekurangan seseorang baik dengan menyebutkan aib badannya, kekurangannya, akhlaknya, perbuatannya, urusan agamanya, dan urusan dunianya tanpa sepengetahuannya. Menggunjing juga dapat dilakukan baik dengan ucapa, isyarat, tulisan, dan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menggunjing. Allah sangat melarang hambanya untuk saling gunjing, karena perbuatan tersebut termasuk perbuatan yang sangat tercela. Bahkan, Allah menyamakan orang yang menggunjing dengan ...

Diketahui secara umum bahwa para Qurra (ulama Qira’at); membagi qira‘at(bacaan) menjadi tujuh tingkatan yaitu: Pertama Qira‘at mutawatir, kedua Qira‘at masyhur, ketiga Qira‘at Ahad, keempat Qira‘at maudhu’ah, kelima Qira‘at mudraj, keenam Qira‘at sab’ah. Dan ketujuh Qira‘at Shadh yaitu qira‘at yang tidak shahih sanadnya yang mana akan dibahas didalam artikel ini. Pada tulisan ini saya akan membahas qir’at shadhah Pengertian Qira’at Shadhah ...

Perkembangan tafsir berjalan beriringan dengan sejarah Islam, turut mewarnai terhadap perbedaan ideologi, mazhab bahkan politik di dunia Islam selama empat belas abad. Di masa sekarang, perkembangan tafsir memasuki masa yang dikenal dengan masa kontemporer. Di mana Muhammad Abduh dan Rashid Ridha melalui tafsir al-Manar sebagai pelopornya dengan tafsir bercorak sosial kemasyarakatan. Akan tetapi, tafsir yang lahir di masa kontemporer tidak ...