Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ – ١ “Maha Suci Dia, yang telah memperjalankan hambaNya di malam hari dari Masjidil-Haram ke Masjid al-Aqsha, yang Kami berkati sekelilingnya,karena hendak Kami perlihatkan kepadanya tanda-tanda Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar, Maha Melihat.” (ayat 1) Ayat ini menegaskan ...

“Tidaklah suka orang-orang kafir dari Ahlul-Kitab itu, dan tidak pula orang musyrikin, bahwa akan diturunkan kepada kamu barang suatu kebaikan dari pada Tuhan kamu.” (pangkal ayat 105). Mereka tidak senang jika pengajaran agama yang kamu terima dari Nabimu itu bertambah kembang dan kamu bertambah maju. Sedang al-Quran yang kamu terima itu, pimpinan dari Nabimu sendiri sudah terang akan membawa berbagai ...

Status Surah Al-Kautsar Menurut pendapat yang masyhur dan jumhur, surah ini merupakan surah Makkiyyah. Namun, Hasan, Ikrimah dan Qatadah berkata, “Surah ini Madaniyyah”. Ini juga pendapat Ibnu Katsir. Surah ini dinamakan “al-Kautsar” karena dimulai dengan firman Allah Ta’ala kepada Nabi saw, (إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ) yakni kebaikan yang baik dan permanen di dunia dan akhirat, di antaranya sungai al-Kautsar di surga. ...

Setelah demikian banyak kata dihadapkan kepada Bani Israil, sekarang dihadapkan tuntunan bagi orang yang Mu’min sendiri, pengikut setia daripada Rasul, agar mereka menjaga sopan santun. Karena salah satu sebab keruntuhan jiwa Bani Israil itu ialah kerusakan akhlak mereka terutama terhadap kepada Nabi-nabi dan Rasul-rasul mereka. Di antara sopan santun itu ialah kesopanan memilih kata-kata yang akan diucapkan. Pilihlah kata-kata yang ...

“Padahal jikalau sekiranya mereka beriman dan bertakwa, sesungguhnya pahala dari sisi Allahlah yang lebih baik; jikalau adalah mereka mengetahui.” (ayat 103). Artinya, kalaulah mereka langsung saja percaya kepada kebenaran yang dibawa Nabi, dan hidup dengan bertakwa, tidak hanya berkeras kepala dan asyik dengan sihir, bahagia jualah yang akan mereka rasai, karena pahala dari Tuhan. Bukankah pahala dari Tuhan itu yang ...

[..] Ada pula satu riwayat lain yang lebih dahsyat. Dalam memberikan riwayat ini dibawa-bawa pula nama sahabat Rasulullah s.a.w. yang shalih, yaitu Sayidina Abdullah bin Umar. Kononnya malaikat-malaikat di Iangit mengomel-ngomel mengapa terlalu banyak anak Adam yang durhaka kepada Tuhan. Lalu Tuhan menjawab: “Kalau kamu sekalian bertempat di tempat anak Adam itu, kamupun akan mendurhakai Aku.” Malaikat menjawab: “Bagaimana kami ...

Tersebut di dalam Perjanjian Lama, dalam “Kitab Raja-raja I”, Fasal 11 dari ayat 1 sampai 10, bahwa Nabi kita Sulaiman alaihis salam di hari tuanya telah menyembah berhala, untuk menuruti kehendak isteri-isteri baginda yang banyak itu. Di situlah tersebut bahwa isteri baginda Sulaiman 700 dan gundiknya 300. Dikatakan pada ayat 3 bahwa segala isterinya itu menyesatkan baginda. Sehingga baginda dirikan ...

“Dan sesungguhnya telah Kami turunkan kepada engkau akan ayat-ayat yang jelas-jelas.” (pangkal ayat 99). Ayat-ayat itu ialah perintah, suruhan dan larangan dan peraturan dan perbandingan, dan ajakan buat berfikir. Semuanya diturunkan dengan jelas dan dengan keterangan yang cukup, tidak ada yang nendatangkan ragu. Kalau orang sudi berfikir dan mempergunakan akal, pastilah al-Quran itu diterimanya dengan baik. “Dan tidaklah kafir kepadanya, ...

“Katakanlah: Barangsiapa yang jadi musuh dari Jibril, maka sesungguhnya dia itu telah menurunkannya ke dalam hati engkau dengan izin Allah.” (pangkal ayat 97). Ayat ini lanjutan dari tempelak-tempelak Tuhan yang terdahulu. Mereka tadi mengatakan bahwa mereka hanya mau percaya kepada Kitab yang diturunkan kepada mereka saja dan tidak mau percaya kepada Kitab yang turun di belakang itu. Menurut satu riwayat ...

Dewasa ini, dunia tafsir Indonesia ramai membicarakan pendekatan baru, yaitu tafsir maqashidi. Dalam jagat keilmuan tafsir, pendekatan maqashidi sebenarnya sudah diperkenalkan oleh Thahir Ibn ‘Asyur dalam karyanya Al-Thahir. Di Indonesia, tafsir maqashidi menjadi menarik tidak hanya karena menggunakan pendekatan yang sama dalam bingkai yang berbeda berupa maqashid al-syari’ah, namun juga hasil penafsiran yang out of the box. Dasar Teologis Tafsir ...