Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Tafsir Psikologis: Sakit Hati dan Obatnya Menurut Islam

Sakit Hati
Gambar: Freepik.com

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna. Karena ia diberikan anugerah berupa hati, akal, nafsu, emosi dan sebagainya. Dalam proses menuju pendewasaan, manusia pasti melewati masa yang sulit seperti seleksi alam atau kehilangan seseorang yang dicintai. Selain itu, sakit hati juga dapat timbul karena perkataan atau perbuatan orang lain terhadap kita, seperti body shaming  atau bahkan bullying.

Masa-masa yang sulit ini dapat menimbulkan sakit hati, luka, atau trauma yang mendalam bagi seseorang. Jika hal ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan tidak segera diatasi maka akan berdampak pada kesehatan mental, seperti stress atau bahkan depresi.

Sebenarnya sakit hati merupakan perasaan yang alamiah. Maksudnya, sakit hati sangat wajar terjadi karena kita diciptakan memiliki hati atau perasaan dan juga emosi. Hal yang tidak wajar yaitu ketika kita membiarkan perasaan sakit hati ini menuju ke hal yang negatif. Seperti mengurung diri dalam kamar, melukai diri sendiri atau sampai berpikiran untuk bunuh diri. Jika sudah sampai pada tahap suicidal thoughts alangkah baiknya untuk segera menemui profesional.

Mengubah Sakit Hati ke Arah yang Positif

Dapat dikatakan bahwa manusia diberikan pilihan untuk menjalani hidupnya. Ia akan diambangi oleh kebahagiaan dan penderitaan, kehidupan dan kematian, dan juga pilihan kebaikan atau keburukan. Manusia dapat memilih jalan hidupnya sendiri secara dewasa. Hal ini menunjukan bahwa manusia dapat memilih untuk memilih terus menyimpan rasa sakitnya atau berusaha untuk menerima dan memaafkan.

Aletina (2016) menjelaskan bahwa memaafkan dapat memperbaiki kesehatan fisik ataupun psikis, memperbaiki ikatan dengan orang lain, memberikan perhatian terhadap kesejahteraan orang lain dan suatu bentuk tindakan moralitas.

Baca Juga  Alasan Mempelajari Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Memaafkan merupakan serangkaian perubahan motivasi atau perilaku dengan cara menurunkan niat untuk membalas dendam, menjauhkan diri dari perilaku kekerasan serta meningkatkan motivasi atau keinginan untuk berdamai dengan seseorang. (McCullough, 2003).

Cara Mengatasi Sakit Hati ala Islam

Perasaan sakit hati yang dipendam terlalu lama akan menimbulkan energi negatif kepada diri kita. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk pandai mengelola emosi dalam diri sendiri. Menurut Mayasari (2013), terdapat lima cara untuk menyembuhkan hati, yaitu:

  • Membaca Al-Quran

Al-Quran dianggap sebagai terapi yang utama. Sebab di dalamnya terdapat ayat-ayat yang dapat menyembuhkan dan menenangkan jiwa manusia. Seperti yang tercantum dalam QS. Ar-Ra’d: 28 yang artinya, “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”.

  • Melaksanakan shalat

Dengan shalat maka seseorang akan mampu merasakan kehadiran Allah SWT. Segala kepenatan jiwa dan raga, permasalahan, beban pikiran, serta emosi yang besar kita punya akan terasa ringan apabila shalat secara khusyuk. Dengan demikian, shalat itu sendiri telah menjadi obat.

  • Puasa

Dijelaskan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan haus tetapi juga menahan hawa nafsu dari segala perbuatan maksiat dan menahan amarah. Berpuasa diibaratkan seperti seseorang membangun ‘daya kontrol’. Dengan begitu, puasa mampu menimbulkan energi positif pada seseorang yang menjalaninya.

  • Zikir

Zikir mampu mengembalikan kesadaran seseorang yang hilang, karena dengan berdzikir seseorang akan mengingat dan menyebut kembali hal-hal yang tersembunyi dalam hatinnya. Selanjutnya zikir juga mampu mengingatkan bahwa hanya Allah SWT yang sanggup menyembuhkan penyakit hati maupun fisik.

  • Berdoa dan munajat

Doa tidak terikat dengan dimensi dan ruang, dengan berdoa seseorang akan merasa lebih dekat dengan Allah SWT. Doa juga dapat membuat hati menjadi lebih tenang. Agar doa dapat diterima hal yang perlu syarat-syarat khusus seperti istigfar dan menyebut asma Allah terlebih dahulu. Istigfar dapat diartikan sebagai memohon ampunan kepada Allah dan menyadari bahwa setiap orang pernah melakukan kesalahan.

Baca Juga  Keistimewaan Perempuan dalam Islam: Tinjauan Al-Quran

Kesimpulan

Sakit hati merupakan hal yang wajar, tetapi apabila hal tersebut dibiarkan terlalu lama maka akan menimbulkan efek yang negatif kepada diri sendiri maupun orang di sekitar kita. Sebagai seorang muslim, kita dianjurkan untuk selalu melibatkan Allah dalam segala sesuatu. Ketika merasakan sakit hati alangkah baiknya kita tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri, tetapi menyerahkan semuanya kepada Allah.

Penyunting: Bukhari

Lahir di Jakarta pada 2 Februari 2003 dan sekarang menetap di Depok. Sedang menempuh pendidikan S1 Psikologi di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA