Kritik Terhadap Penafsiran Konservatif Islam mengalami puncak peradaban pemikiran ketika Mu’tazili berhasil menempatkan para cendekiawannya di pos-pos penting di pemerintahan kala itu. Metode-metode yang kemudian digaungkannya pun beranjak menjadi angin segar terhadap kemajuan pemikiran islam. Namun belakangan menjadi sesuatu yang ugal-ugalan dan cenderung terlalu berani melakukan “gerakan tambahan” dalam pemikiran yang kemudian menjadi ideologi yang mengakar. Pasca keruntuhannya, muncul gerakan-gerakan ...
Tak dapat dipungkiri, manusia adalah makhluk yang berpikir. Dengan daya pikirnya, manusia mampu menangkap informasi, mengelola informasi, juga mengaitkan satu objek pada objek lainnya. Dengan pendayagunaan berpikir, manusia dapat menjalankan kehidupannya di dunia sebagai representasi khalifah di muka bumi. Khalifah berfungsi untuk memakmurkan bumi dengan segala objeknya. Khalifah tidak akan mampu mengimplementasikan fungsi memakmurkan tanpa dilandasi oleh kemampuan berpikir yang ...
Waktu adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung. Waktu memiliki sifat yang terus berjalan dan tidak akan berhenti. Dan di saat waktu berjalan, tentu saja kita melakukan banyak aktifitas. Kita bisa bekerja, bermain, tidur, dan sebagainya. Penting untuk melakukan manajemen waktu. Sering kita terlalu fokus pada aktifitas yang sedang kita kerjakan, dan dari situ muncul ...
Jika dilihat sekilas, memang tidak ada bedanya antara tafsir kontemporer dengan tafsir klasik, keduanya memang difokuskan untuk menyelaraskan pesan al-Qur’an dengan kondisi zamannya. Namun, di era kontemporer dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi faktor utama yang mengarah pada tuntutan baru. Hal lain yang turut mempengaruhi tafsir kontemporer adanya beberapa dasar pemikiran modern yang telah terlebih dahulu ada dalam merespon ...






























Kanal Tafsir Mencerahkan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.