Bilamana seseorang jauh dari ketaatan namun selalu diberikan nikmat, hati-hatilah karena boleh jadi itu sebagai istidraj. Istidraj adalah jebakan, sebab ia pada hakikatnya azab namun berbalut keberuntungan dan nikmat. Perhatikan firman Allah surat Al-An’am ayat 44: فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ “Tatkala mereka melupakan peringatan ...


























Kanal Tafsir Mencerahkan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.