Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Islam adalah agama yang mengajarkan umatnya untuk sadar akan posisi dirinya. Karena Islam selalu mengajak umatnya kepada jalan kebenaran dan tidak pernah memaksa pemeluk agama lain untuk mengakui kebenarannya. Kebenaran itu relatif dan setiap pemeluk agama tentu akan menganggap benar agama yang mereka anut. Kebenaran Islam itu lahir dari al-Qur’an dan hadis. Keduanya menjadi sumber utama ajaran Islam serta acuan ...

“Keluruhan hidup Muhammad adalah hidup manusia yang sudah begitu tinggi sejauh yang pernah dicapai oleh umat manusia. Hidup yang penuh dengan teladan yang luhur dan indah bagi setiap insan yang sudah mendapat bimbingan hati nurani, yang hendak berusaha mencapai kodrat manusia yang lebih sempurna dengan jalan iman dan perbuatan yang baik”(Muhammad Husain Haekal) Keteladanan Nabi Muhammad di abadikan Allah dalam ...

Dalam memahami Islam, kata kunci yang tak bisa diabaikan adalah kemanusiaan. Islam hadir memberi perlindungan atas dasar sisi manusianya. Misalnya, konsep zakat yang diterapkan Islam hakikatnya sebagai sindiran kepada kehidupan orang yang mampu, agar memberi nafas pada orang yang lemah meskipun sekali dalam setahun. Begitupun sedekah agar ada tali kasih yang tersambung kapanpun dan di manapun untuk berbagi. Konsep berpikir itulah, ...

“Yang Maha Murah, Yang Maha Penyayang” (ayat 3). Atau bisa juga diartikan Yang Pengasih, lagi Penyayang. Ayat ini menyempumakan maksud dari ayat yang sebelumnya. Jika Allah Maha Pengasih sebagai Robb, sebagai Pemelihara dan Pendidik bagi seluruh alam tidak lain maksud dan isi pendidikan itu, melainkan karena Kasih-sayangNya semata dan karena murahNya belaka, tidaklah dalam memberikan Pemeliharaan dan pendidikan itu menuntut ...

“Segala puji-puiian untuk Allah” (pangkal ayat 2) Hamdan, artinya pujian, sanjungan. Di pangkalnya sekarang diletakkan Al atau Alif-lam, sehingga menjadilah bacaannya Al-hamdu. Al mencakup segala jenis. Dengan sebutan Alhamdu, berartilah bahwa segala macam pujian, sekalian apa juapun macam puji, baik puji besar ataupun puji kecil, atau ucapan terimakasih karena jasa seseorang, kepada siapapun kita memberikan puji, namun pada hakikatnya, tidaklah ...

Barangkali pertanyaan itu terdengar absurd. Namun kita biarkan keabsurdan itu hadir untuk sementara. Kita lanjutkan kepada kemungkinan jawabannya yang barangkali tidak kalah absurdnya. Jawaban yang mungkin muncul bisa dua: pertama, al-Qur’an adalah wahyu dan kedua, al-Qur’an bukan wahyu. Untuk menghakimi mana yang jawaban yang relevan di antara keduanya atau keduan relevan, maka kita akan menelusuri makna wahyu di dalam al-Qur’an. ...

Ayat 1 : “Dengan nama Allah, Yang Maha Murah, Maha Penyayang” Artinya, aku mulailah pekerjaanku ini, menyiarkan wahyu llahi kepada insan, di atas nama Allah itu sendiri, yang telah memerintahkan daku menyampaikannya. Inilah contoh teladan yang diberikan kepada kita, supaya memulai suatu pekerjaan penting dengan nama Allah. Laksana yang teradat bagi suatu kerajaan bila menurunkan suatu perintah, menjadi kuatlah dia ...

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ “Dengan nama Allah Yang Maha Murah, Maha Penyayang” Dan titik pertemuan faham mereka yang kedua ialah bahwa menurut ajaran Rasulullah sendiri, sekalian Surat al-Quran yang 114 Surat, kecuali Surat Baraah (at-Taubah) semuanya dimulai menuliskannya dengan Bismillah itu selengkapnya, menurut yang tertulis di ayat 30 Surat an-Naml itu. Maka Mushaf pertama yang ditulis oleh panitia yang diketuai ...

Tafsir At-Tanwir Surat Al-Baqarah Ayat 63-66 وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَٰقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ ٱلطُّورَ خُذُوا۟ مَآ ءَاتَيْنَٰكُم بِقُوَّةٍ وَٱذْكُرُوا۟ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ .63 ثُمَّ تَوَلَّيْتُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ ۖ فَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ لَكُنتُم مِّنَ ٱلْخَٰسِرِينَ .64 وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ ٱلَّذِينَ ٱعْتَدَوْا۟ مِنكُمْ فِى ٱلسَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا۟ قِرَدَةً خَٰسِـِٔينَ .65 فَجَعَلْنَٰهَا نَكَٰلًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهَا وَمَا خَلْفَهَا وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ .66 ...

Perkenalan Awal Pertama kali saya mengenal karya tafsir Dawam Rahardjo adalah saat masih semester dua di UIN Jakarta. Saya ingat betul bahwa saat itu saya sedang asyik membaca karya lawas Komaruddin Hidayat. Judulnya “Memahami Bahasa Agama: Sebuah Kajian Hermeneutik”. Pada satu bagian di buku itu, Komaruddin menjelaskan tentang tafsir tematik dan menyebutkan beberapa karya tafsir tematik yang populer di Indonesia. ...