Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Menjawab pertanyaan di atas, tentang pantaskah mengharamkan pluralisme, maka penulis menjawab: tidak. Pemahaman dominan yang bersarang dalam alam bawah sadar manusia selama ini ialah mereka menganggap pluralisme berarti menyamakan seluruh agama yang ada, dan hasilnya kebenaran setiap agama adalah relatif. Menurut Abdul Moqsith Ghazali, pluralisme adalah sebuah sikap meniscayakan adanya pluralitas; adanya pengakuan atas keberagaman. Pluralisme bukan menyamakan semua agama. ...

Islam sebagai agama kemanusiaan, memiliki hubungan dengan pluralisme, karena ia berangkat dari semangat humanitas dan universitalitas Islam. Maksudnya, Islam adalah agama kemanusiaan (fitrah), yang sejalan dengan gagasan manusia pada umunya. Kemudian misi nabi Muhammad saw adalah untuk mewujudkan rahmat bagi seluruh alam, jadi bukan semata-mata untuk menguntungkan komunitas Islam saja. Agama Islam mengajarkan pentingnya hidup bersahabat, saling kenal dan menghargai ...

Manusia mendapatkan mandat yang istimewa di sisi Allah. Keistimewaan itu salah satunya karena ada potensi besar untuk berpikir, memahami dan merenungi apa yang terjadi dalam kehidupannya. Bahkan dengan pikirannya ia mampu untuk menciptakan pengetahuan, peradaban dan kebudayaan yang itu semua hanya bisa dilakukan oleh manusia. Kemampuan ini pula, alasan manusia dinyatakan oleh Allah sebagai ahsani taqwiim (makhluk sempurna). Akal Sebagai ...

Islam adalah agama yang memberikan kebebasan bagi siapapun yang ingin memeluknya. Dalam ajarannya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia dengan memberikan kebebasan bagi setiap orang untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Kita tidak bisa memaksakan kehendak untuk meng-Islamkan semua orang hanya dengan mengedepankan egoisme masing-masing. Sebenarnya, dalam hal keyakinan untuk memeluk suatu agama itu telah diterangkan didalam al-Qur’an. ...

Dalam dunia penafsiran al-Qur’an, dikenal dua model sistematika penulisan tafsir yang sudah umum digunakan. Keduanya itu adalah sistematika tafsir mushafi, yang sesuai dengan urutan surat dan ayat dalam al-Qur’an mushaf usmani, dan kemudian adalah sistematika tafsir maudhu’i, yang penyusunannya disesuaikan dengan tema-tema yang akan dibahas oleh mufassir. Selain kedua sistematika di atas, ada lagi satu sistematika yang memang masih agak ...

Istilah pluralisme dalam filsafat berawal dari perdebatan awal dan sangat klasik dalam filsafat yang memperdebatkan jawaban pertanyaan: Berapa dasar dari alam semesta yang tampak banyak dan beragam ini? Jawaban yang muncul ada tiga. Pertama, dasarnya hanya satu dan disebut monisme. Maksudnya, dari satu menjadi dua dan menjadi banyak dan beragam. Kedua, dasarnya ada dua karena satu tidak mungkin menghasilkan apa-apa. ...

Orang-orang yang tak mengenal Dawam Rahardjo secara dekat tentu akan kaget jika dikatakan bahwa Dawam memiliki sebuah kitab tafsir. Sebab umumnya orang mengenal Dawam sebagai seorang ekonom yang juga sarjana sosial. Dawam, bagi saya, adalah salah satu di antara cendekiawan muslim berlatar jurusan umum yang berani menafsirkan al-Quran dan membuat sebuah kitab tafsir. Selain di sana juga terdapat nama Jalaluddin ...

Kata ummah sudah berkesan jamak karena makna kata tersebut mencakup bukan hanya satu individu, tetapi sekelompok orang. Bahkan ketika disebut umat manusia, maka itu berarti mencakup semua manusia dari manusia pertama hingga manusia terakhir di muka bumi, bukan hanya sekelompok manusia. Hal itu sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an dalam potongan QS. Al-An’am/6: 38: Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi ...

Ulama sebagaimana umumnya dipahami adalah pembawa estafet kenabian (waratsatu al anbiyaa). Apa yang disebut pewaris adalah orang yang berhak mendapatkan dan melanjutkan warisan tersebut. Nabi Saw. adalah lentera kehidupan di balik bayang gelap hidup manusia, membawa risalah Tuhan untuk mengajak pada tauhid, memberi penghormatan pada kemanusiaan dan sebagai referensi beragama. Menjadi ulama bukanlah perkara mudah. Di sana ada suara Nabi ...

Tidak dapat dipungkiri, bahwa penggunaan sampah plastik di negara kita termasuk sangat besar. Berdasarkan data dari INAPLAS (Industri Plastik Indonesia) dan BPS (Badan Pusat Plastik), dinyatakan bahwa dalam 1 tahun plastik sampah di Indonesia mencapai 64 juta ton. Masih dengan sumber yang sama, kantong plastik yang terbuang ke lingkungan mencapai 10 milliar lembar per tahun atau setara dengan 85.000 ton ...