Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Faktor-Faktor Yang Mendorong Seseorang Menggunjing

Sumber: okezone.com

Menggunjing adalah menceritakan tentang kekurangan seseorang baik dengan menyebutkan aib badannya, kekurangannya, akhlaknya, perbuatannya, urusan agamanya, dan urusan dunianya tanpa sepengetahuannya. Menggunjing juga dapat dilakukan baik dengan ucapa, isyarat, tulisan, dan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menggunjing.

Allah sangat melarang hambanya untuk saling gunjing, karena perbuatan tersebut termasuk perbuatan yang sangat tercela. Bahkan, Allah menyamakan orang yang menggunjing dengan orang yang memakan bangkai saudaranya sendiri. Dengan demikian, apa faktor-faktor yang mendorong seseorang untuk menggunjing?

Faktor-Faktor yang Mendorong Seseorang untuk Menggunjing

Terdapat beberapa faktor yang dapat mendorong seseorang untuk menggunjing yaitu:

  1. Melampiaskan Emosi

Melampiaskan emosi dapat terjadi jika terdapat suatu hal yang dapat menyebabkan seseorang marah terhadap orang lain. Apabila kemarahannya telah diluapkan ia akan merasa puas dengan cara menyebutkan kejelekan-kejelekan orang tersebut.

Tanpa disadari lisannya akan dengan mudah mengeluarkan ucapan-ucapan gunjingan. Dan Seseorang yang tidak melampiaskan kemarahannya dengan membiarkan kemarahannya tertahan dalam batin, menjadikan kemarahan tersebut berubah menjadi kedengkian yang sangat kuat di dalam hati. yang akan berpotensi besar untuk senantiasa menyebutkan kejelekan-kejelekan orang yang di dengki.

Dengan demikian, kemarahan dan kedengkian merupakan pembangkit terbesar bagi seseorang untuk menggunjing.

  • Tuduhan

Orang yang merasa dituduh berbuat suatu keburukan, akan merasa tidak terima dan akan melakukan pembelaan terhadap dirinya dari tuduhan tersebut dengan cara menggunjing orang yang telah menuduh.

Dalam hal tersebut, Ia memang mempunyai hak untuk membela dirinya. Akan tetapi, seharusnya tidak dengan cara menyebut nama orang yang menuduh. Dengan begitu, ia telah menuduh orang lain sebagai pelakunya.

  • Kedengkian
Baca Juga  Arti Sifat Tawadhu dalam Surah Al-Furqan Ayat 63

Adanya rasa iri terhadap orang yang dipuji dan dimuliakan oleh masyarakat. Menjadikan seseorang terdorong untuk menghilangkan nikmat itu dari orang tersebut. Sebab ia tidak mendapatkan cara lain untuk menghilangkan nikmat itu, kecuali dengan cara mencelanya dihadapan masyarakat.

Dengan demikian, ia akan berusaha untuk menjatuhkan harga diri orang tersebut dihadapan orang lain. Supaya mereka tidak lagi memuliakan serta memujinya.

Dampak dari Menggunjing

Menggunjing dapat berdampak pada beberapa hal yaitu seperti terputusnya ukhuwah, rusaknya kasih sayang, timbulnya permusuhan, tersebarnya aib, lahirnya sebuah kehinaan, dan timbulnya keinginan untuk membalas keburukan orang lain dengan keburukan.

Dan sahabat Muadz bin Jabbal pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. “Apakah kita akan diminta pertanggungjawaban terhadap apa yang telah kita ucapkan, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab. “Hai Ibnu Jabbal, tidaklah manusia itu akan ditelungkupkan dengan hidungnya terlebih dahulu di Neraka, melainkan karena apa yang dilakukan oleh lidahnya.” (HR. Hakim)

Obat Menahan Lisan dari Menggunjing

Adapun obat untuk menahan lisan dari menggunjing yang dapat dilakukan dengan dua acara yaitu:

Pertama, penyembuhan secara garis besar yaitu hendaklah seseorang menanamkan keyakinan bahwa sebuah gunjingan dapat membuatnya mendapatkan kemurkaan dari Allah Swt. Ia juga harus sadar bahwa gunjingan dapat menghapus segala kebaikannya pada hari Kiamat.

Pada hari tersebut, gunjingan dapat memindahkan kebaikan-kebaikannya kepada orang yang digunjingnya, sebagai ganti dari runtuhnya harga diri orang yang digunjing. Jika ia tidak memiliki kebaikan maka kejelekan-kejelekan orang yang digunjing akan dibebankan kepada dirinya.

Bahkan, orang yang menggunjing akan masuk neraka yang disebabkan beratnya timbangan kejelekan daripada timbangan kebaikan. Beratnya timbangan kejelekan itu disebabkan dengan kejelekan orang yang digunjing. Sebagaimana dalam perkataan Rasullah:

Baca Juga  Melihat Kemajuan Peradaban Islam di Andalusia (2)

مَا النَّارُ فِيْ الْيَبَسِ بِأَسْرَعَ مِنَ الْغِيْبَةِ فِيْ حَسَنَاتِ الْعَبْدِ

“Kecepatan api Neraka memakan kayu kering tidak lebih cepat daripada gunjingan memakan kebaikan-kebaikan hamba.”

Sehingga perlu diketahui bahwa rasa sakit yang diderita oleh orang lain karena gunjingannya sebagaimana rasa sakit yang dideritanya akibat gunjingan orang lain kepadanya. Apabila ia tidak suka digunjing, maka janganlah menimpakan sesuatu yang tidak menyenangkan kepada orang lain, dan inilah cara menekan hasrat untuk tidak menggunjing.

***

Kedua, penyembuhan secara detail yakni dengan memperhatikan sesuatu yang dapat mendorong dirinya untuk menggunjing.

Seperti perasaan marah yang dapat diobati dengan ucapan. “Bila aku melampiaskan kemarahanku kepada seseorang, maka Allah akan murka kepadaku karena aku menggunjing. Allah melarangku marah dan menggunjing, tetapi aku berani menentang-Nya” dan Rasulullah Saw berkata.

إِنَّ لِجَهَنَّمَ بَابًا لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ إِلاَّ مَنْ شَفَى غَيْظَهُ بِمَعْصِيَةِ اللهِ

“Sesungguhnya Neraka Jahanam memiliki satu pintu yang tidak akan dimasuki. Kecuali oleh orang yang emosinya menjadi tenang dengan maksiat kepada Allah.”

Kesimpulan

Sungguh ini termasuk perbuatan yang sangat tercela, yang dapat berdampak pada terputusnya sebuah ukhuwah serta lahirnya sebuah kehinaan. Sehingga Allah sangat melarang hambanya untuk saling menggunjing.

Editor: An-Najmi