Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Beberapa Fungsi dan Peran Agama dalam Masyakarat

Ketetapan
Gambar: gramedia.com

Agama adalah suatu fenomena yang selalu hadir dalam sejarah umat manusia. Bahkan dapat dikatakan bahwa sejak manusia ada, fenomena agama telah hadir. Walaupun demikian tidak muda untuk mendefinisikan apa itu agama? Melainkan hanya dapat dipahami melalui deskripsi nyata yang bersumber dari sebuah keyakinan yang utuh (isi batin).

Tak ada satu pun definisi tentang agama yang benar-benar memuaskan tanpa dibarengi oleh keyakinan. Untuk itu agama dapat diartikan sebagai gejala yang begitu sering terdapat di mana-mana dan agama berkaitan dengan usaha-usaha manusia untuk mengukur seberapa dalamnya makna dari keberadaan diri sendiri dan keberadaan alam semesta. Selain itu peran agama yang lain ialah dapat membangkitkan kebahagiaan batin yang paling sempurna dan juga mengatasi perasaan takut.

Agama sangat berkaitan erat dengan kehidupan manusia di mana agama megajak manusia untuk meraih kesuksesan dunia juga di akhirat. Serta membangun kehidupan yang lebih baik. Manfaat dan peran dari agama dirasakan oleh individu dan masyarakat umum. Agama memiliki peran dalam membangun dunia sosial baik sebagai alat yang mengendalikan tindakan pengikutnya serta memberi warna dalam dinamika sosial masyarkat. Sehingga tindakan manusia didorong oleh ajaran agama dan agama sebagai pengendali yang bagus bagi manusia. Berikut beberapa peran agama di kehidupan manusia.

Peran Agama dalam Bingkai Kemanusian

Agama sangat memiliki peran yang penting dalam mengatur sendi-sendi kehidupan manusia dan mengarahkannya kepada kebaikan bersama. Antara agama dan beragama adalah satu kesatuan namun memiliki makna yang berbeda. Agama merupakan sebuah ajaran kebaikan yang menuntun manusia kembali kepada hakikat kemanusiaannya. Beragama artinya kita berupaya belajar untuk mengamalkan ajaran agama dalam setiap aspek kehidupan, agar terjalin hubungan yang indah dan harmonis antar sesama, alam semesta maupun dengan Tuhan.

Baca Juga  Shaltut dan Soroush: Diferensiasi Agama dan Pemahaman Agama

Pada hakikatnya agama adalah keyakinan adanya Tuhan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Maka sangat perlu dipahami secara seksama oleh setiap manusia, peran agama sangat penting di bingkai kemanusiaan. Agama memberikan tuntunan hidup manusia dari persoalan yang paling kecil hingga kepada urusan yang paling besar. Mulai dari urusan rumah tangga, tidur, makan, dan minum sampai pada urusan bangsa dan negara.

Oleh agama manusia telah diperintahkan untuk menghormati dan menghargai kelompok-kelompok agama lain (toleransi). Istilah toleransi dalam konteks sosial budaya dan agama berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu masyarakat. Seperti toleransi dalam beragama, di mana kelompok agama yang mayoritas dalam suatu masyarakat, memberikan tempat bagi kelompok agama lain untuk hidup di lingkungannya.

Agama Menghadirkan Nilai-Nilai Kemanusian

James mengatakan bahwa nilai-nilai kemanusiaan tersebut telah tertuang di dalam Al-Qur’an. Dengan mengutip surat Al-Ashr, James menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang mengarahkan pemeluknya untuk saling tolong menolong, dan saling menasehati. Namun, nasehat yang diberikan tidak lain adalah untuk kebaikan, bukan sebaliknya. “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kebenaran.”

Selain itu, menurut James, kepercayaan dan etika adalah satu bagian yang tidak bisa dipisahkan karena menjadi tata cara bagaimana kita berhubungan dengan lingkungan sosial, dan bagaimana cara kita berkomunikasi dengan orang banyak. “Etika dan kepercayaan itu menjadi tata cara bagaimana kita semua saling berhubungan dengan lingkungan sosial di sekitar kita, dan juga cara kita berkomunikasi dengan orang banyak, karena itu merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,

Baca Juga  Menyoal Kembali Islam dan Sekularisme: Sayyed Naquib Al-Attas

Berbeda dengan James, Hilman Latief, S. Ag., M.A Ph.D mengungkapkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan sangat terihat pada peran Non Goverment Organization (NGO). Seperti yang pernah dilakukan pasca tsunami di Aceh, banyak NGO Islam yang turun langsung dengan berkontribusi membangun kembali infrastruktur yang telah hancur terkena bencana tsunami.

“Mari kita lihat contoh ketika terjadi tsunami di Aceh, banyak NGO Islam yang ikut berkontribusi secara besar-besaran untuk membangun kembali infrastruktur yang hancur karena tsunami. Itulah yang kemudian membuktikan Islam sebagai agama yang membawa nilai-nilai kemanusiaan. Tidak itu saja, namun toleransi beragama, gotong royong, menghormati orang lain ini semua adalah salah satu penerapan nilai nilai agama di kemanusiaan.

Peran Agama Dalam Kehidupan Masyarakat

Masalah agama tak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Karena agama itu sendiri ternyata diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam prakteknya fungsi atau peran agama dalam masyarakat antara lain:

  • Berfungsi Edukatif

Para penganut agama berpendapat bahwa ajaran agama yang mereka anut memberikan ajaran-ajaran yang harus dipatuhi. Ajaran agama secara yuridis berfungsi menyuruh dan melarang. Kedua unsur suruh dan larangan ini mempunyai latar belakang mengarahkan bimbingan. Agar pribadi penganutnya menjadi baik dan terbiasa dengan yang baik menurut ajaran agama masing-masing.

  • Berfungsi Penyelamat

Di mana pun manusia berada dia selalu menginginkan dirinya selamat. Keselamatan yang diajarkan oleh agama. Keselamatan yang diberikan oleh agama kepada penganutnya adalah keselamatan yang meliputi dua alam yaitu dunia dan akhirat. Dalam mencapai keselamatan itu agama mengajarkan para penganutnya melalui: pengenalan kepada masalah sakral, berupa keimanan kepada Tuhan.

  • Berfungsi Sebagai Pendamaian

Melaui agama seseorang yang bersalah atau berdosa dapat mencapai kedamaian batin melalui tuntunan agama. Rasa berdosa dan rasa bersalah akan segera menjadi hilang dari batinnya apabila sesorang pelanggar telah menebus dosanya melalui :tobat, pensucian ataupun penebusan dosa

Baca Juga  Agamaku Air yang Menghapus Pertanyaanmu: Membedah Puisi Jokpin

Penyunting: Bukhari