Kisah kapal Nabi Nuh selalu mencuri perhatian masyarakat dunia hingga kini, dari ukurannya, maupun penemuan terkini. Dalam al-Qur’an telah diceritakan mengenai kisah Nuh yang telah membuat kapal besar di daratan tepatnya di atas bukit yang letaknya jauh dari laut.
Perintah Pembuatan Kapal Nuh dalam Al-Qur’an
Perintah Allah kepada Nabi Nuh untuk membuat kapal termaktub dalam Al-Qur’an surah Hud [11]: 37:
وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا وَلَا تُخٰطِبْنِى فِى الَّذِينَ ظَلَمُوٓا ۚ إِنَّهُمْ مُّغْرَقُونَ
“Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.”
Dan dalam surah al-Mu’minun [23]: 27:
فَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِ أَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا فَإِذَا جَآءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ ۙ فَاسْلُكْ فِيهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ مِنْهُمْ ۖ وَلَا تُخٰطِبْنِى فِى الَّذِينَ ظَلَمُوٓا ۖ إِنَّهُمْ مُّغْرَقُونَ
“Lalu Kami wahyukan kepadanya: “Buatlah bahtera di bawah pengawasan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tanur telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa adhab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.”
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa kaum Nuh yang tidak patuhmengolok-olok beliau yang membuat kapal. Nabi Nuhtidak menghiraukan perkataan mereka dan tetap melanjutkan pembangunan kapal.Cara pembuatannya dibimbing langsung oleh Allah baik mengenai bahan, ukuran, bentuk, mulai waktu pembuatan, waktu penggunaan dan seterusnya, yang dijelaskan dalam surah Hud[11]: 37, Al-Mu’minun[23]: 27, dan Al-Qamar[54]: 13.
Dalam pembuatan kapal, Nabi Nuhmenyiapkan kayu, mengolah besi, ter, dan material lainnya.Ketika banjir yang telah dikabarkan Allah telah tiba Nabi Nuhmemerintahkan keluarga, para pengikut dan segala jenis fauna secara berpasang-pasangan untuk masuk ke kapal.
Ukuran Kapal Nuh
Berdasarkan informasi Al-Qur’an surah Hud [11]:37, Al-Mu’minun [23]: 27, dapat disimpulkan bahwa sejak zaman Nabi Nuh telah ada industri kapal cukup besar yang dapat memuat banyak orang dan berbagai jenis hewan. Ada beberapa pendapat mengenai ukuran kapal Nabi Nuhdiantaranya:
- Menurut riwayat Ibnu ‘Abbas, kapal tersebut dibuat selama 2 tahun dengan spesifikasi terdiri atas 3 dek, panjang 300 siku (dzira’), lebar 50 siku, dan tinggi 30 siku.
- Menurut Imam ath-Thabari, kapal tersebut panjangnya 80 depa. Bagian luar dan bagian dalamnya di cat dengan ter, sedangkan bagian mukanya memiliki lengkungan untuk menerobos air.
- Menurut Imam Qatadah panjang kapalNabi Nuhadalah tiga ratus depa dan lebarnya adalah lima puluh depa.
- Dalam kitab Ibrani dijelaskan bahwa nama kapal Nabi Nuh adalah teevaah (perahu persegi), yang terbuat dari kayu gofir (jenis kayu yang tidak dikenal), ruangannya disebut qinnim (petak: sarang burung), kedap air yang dilapiskan kaphar (aspal) pada bagian luar dan dalam, panjang kapal tersebut adalah 300 cubit/ hasta atau 450 kaki (137,2 m), lebarnya adalah 50 cubit/hasta atau 75 kaki (22,8 m), dan tingginya 30 cubit/ hasta atau 45 kaki (13,7 m). Kapal ini terdiri dari satu pintu, satu atap, dan 3 tingkat.
Kisah Bahtera Nabi Nuh
Al-Qur’an mengisahkan bahwa bahtera initerdampar di bukit (gunung) Judiyy (daerah Armenia) yang termaktub dalam surah Hud ayat 44. Sedangkan dalam kitab Bibel dikisahkan bahwa bahtera ini setelah terombang ambing ombak dan gelombang pasang, bahtera tersebut terdampar di gunung Ararat.
Setelah dilakukan penelitian, ternyata gunung Ararat pernah berkali–kali berganti nama. Gunung Ararat pernah bernama gunung Guardian dan gunung Armenia atau gunung Judiyy dan dari hasil penelitian tersebut, para ahli sejarah dan ahli agama sepakat, bahwa tempat dimana bahtera Nabi Nuh terdampar adalah gunung Ararat (Injil) atau gunung Judiyy (Al-Qur’an). Karena walaupun memiliki nama berbeda, tetapi letaknya tetap sama.
Penemuan Fosil kapal Nabi Nuh
Para peneliti berhasil menemukan fosil-fosil kapal Nuh, hal tersebut dikutip dari halaman National Geographic yaitu berupa artefak dan fosil-fosil berupaserpihan kayu kapal, tambang dan paku. Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International, China-Turki, pada uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukkan bukti bahwa fosil kayu kapal Nabi Nuhteksturnya sama seperti kayu jati yang ada di Pulau Jawa.
Mereka telah meneliti ratusan sampel kayu purba dari berbagai negara, dan memastikan, bahwa fosil kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah 100 persen cocok dengan contoh fosil kayu kapal Nabi Nuh.
Dr. Whitcomb memperkirakan kapal tersebut terdiri 3.700 binatang mamalia, 8.600 jenis itik/burung,6300 jenis reptilia, 2500 jenis amfibia, sisanya adalah para kaum Nabi Nuhyang percaya akan ajaran yang dibawanya.Total berat kargo/muatan bahtera itu keseluruhan mungkin mencapai kurang lebih 24,300 ton.
Menurut penelitian The Noah’s Ark yang dikutip dari News.com.au, kapal Nabi Nuh tertimbundi bawah salju hampir selama 5000 tahun, sebelum terjadinya sebuah gempa bumi hebat yang melanda daerah sekitar gunung Ararat pada 2 Mei 1988 silam.
Para peneliti juga menemukan sebuah batu besar dengan lubang pahatan. Mereka percaya bahwa batu tersebut adalah “drogue-stones”, dimana pada zaman dahulu biasanya dipakai pada bagian belakang perahu besar untuk menstabilkan perahu agar tidak oleng ketika di tempa badai besar.
Para Pengkaji dan Scientist Russia telah menemukan kurang lebih 500 kesan artifak batu baterai elektrik purba yg digunakan untuk menyadurkan logam. Hal tersebut dapat membuktikan bahwa masyarakat zaman Nabi Nuhtelah mengenal listrik.
Analisis laboratorium Rodiak dan Kevin Fhecer mengatakan bahwa logam kelengkapan kapal Nuhterdiri atas logam alumunium dan titanium dan juga terdapat daerah pusat terbuka aliran udara atau lubang berongga pada kapal.
Dengan mencermati spesifikasi, waktu yang dibutuhkan serta tonase kapal yang mampu mengangkut sejumlah besar manusia dan berbagai jenis hewan, maka dapat dipastikan bahwa kapal itu membutuhkan teknologi yang memadai untuk bisa berlayar di tengah air bah dan tidak oleng atau karam.
Hukum Archimedes Zaman Nabi Nuh
Dalam membuat kapal tersebut Nabi Nuh telah terlebih dahulu mengetahui konsep fisika mengenai gaya yang dikemukakan Archimedes, walaupun kapal terbuat dari kayu atau besi yang memiliki massa jenis lebih besar dari pada air, kapal tetap akan terapung. Penyebabnya adalah kapal dibuat berongga.
Adanya rongga menyebabkan kapal menjadi lebih ringan, meskipun jumlah air laut yang didesak oleh perut kapal sangat besar, sehingga kapal dapat terapung meskipun membawa muatan yang sangat berat.
Editor: An-Najmi


























Leave a Reply