Nabi Adam As. adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah Swt. Ditempatkan di surga bersama dengan istrinya, Siti Hawa. Keduanya tinggal di surga Allah dengan penuh kenikmatan yang tidak dapat tertandingi keindahannya oleh alam semesta ini. Begitu indah surga yang diciptakan oleh-Nya.
Tujuan pertama diciptakannya Nabi Adam As, di muka bumi ini adalah sebagai seorang khalifah. Hal tersebut telah Allah umumkan kepada seluruh malaikat tanpa terkecuali. Allah juga menjelaskan hikmah akan penciptaan Nabi Adam As., salah satunya adalah untuk memberikan keturunan yang juga menghuni dan memimpin di muka bumi. Namun, malaikat menyangkal hal tersebut dan mengatakan jika penciptaan Nabi Adam As. dan keturunanya hanya akan menyebabkan kerusakan di muka bumi ini. Para malaikat hanya takut hal tersebut akan terjadi seperti penciptaan para jin. Dengan berdasarkan pengamatan serta pengetahuan malaikat selama ini mereka berani mengatakan hal tersebut.
Memakan Buah Khuldi
Di surga, Allah memperbolehkan Adam dan Hawa untuk menikmati apapun yang disediakan, kecuali mendekati pohon dengan buah bernama Khuldi. Buah ini merupakan buah keabadian, namun Allah memperingatkan dengan tegas kepada Nabi Adam As. akan pohon tersebut hingga turun firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah [2]: 35-37 dan QS. Al-A’raf [7]: 19-22.
Dalam dua surah tersebut dijelaskan secara gamblang tentang larangan mendekati pohon tersebut. Apabila Adam dan Hawa mengambil dan memakan buah tersebut maka mereka termasuk golongan orang yang dhalim. Larangan tersebut kemungkinan besar membuat Adam dan Hawa penasaran, sehingga mendorong mereka untuk mengetahui bagaimana rasanya jika dimakan.
Secara psikologis, berdasarkan akal pikiran belaka, apa yang dilakukan oleh Adam dan Hawa dapat dikatakan sebagai suatu hal yang wajar. Allah menciptakan manusia dengan dilengkapi akal dan ilmu yang menyebabkan mereka dapat berpikir secara kritis. Semakin tinggi dan banyak ilmu yang dimiliki oleh seseorang, rasa ingin tahunya akan semakin besar. Rasa keponya semakin dahsyat, istilah keren anak zaman sekarang. Rasa ingin tahu ini mungkin merupakan implikasi dari ilmu yang telah diberikan oleh Allah kepada Adam, yang melebihi ilmunya para malaikat, yang hanya bertasbih dan bertahmid.
Kekepoan Nabi Adam dan Siti Hawa
Masalahnya adalah rasa kepo itu alih-alih sebagai bentuk curiosity, malahan sebagai bentuk pelanggaran terhadap perintah Tuhan Swt., dan justru mengikuti tipu daya setan. Tipu daya makhluk yang oleh Tuhan disebut-sebut sebagai musuh yang nyata dan pasti menyesatkan.
Pelajaran berharga dari kisah Adam dan Hawa ini adalah tentang ilmu pengetahuan yang harus dipergunakan untuk kebermanfaatan dengan landasan keimanan bukan kekafiran. Oleh karena itu, kita harus pandai memanfaatkan rasa ingin tahu dengan menggunakannya untuk hal-hal yang positif, kemaslahatan alam semesta demi mendekatkan diri kepada Tuhan dan beribadah kepada-Nya. Di antaranya adalah menulusuri serta mendalami ilmu yang dianugerahkan Allah kepada kita, mengembangkannya menjadi karya kreatif dan inovatif yang berguna bagi manusia lainnya.
Model pengembangan rasa kepo dan ilmu pengetahuan yang didasari oleh keimanan dapat mengangkat derajat manusia, baik di dunia ataupun di akherat. Hal itu ditegaskan dalam QS. Al-Mujadalah [58]: 11 yang berbunyi: “… Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Semua yang Allah anugerahkan kepada kita selalu sempurna dan memiliki hikmahnya. Kita yang membuat anugerah itu menjadi plus dan minus dampaknya untuk kita sendiri dan umat manusia secara keseluruhan. Apabila kita dapat menyikapi dan memanfaatkan serta mengambil kesempatan dengan baik tentu akan menjadi hal yang baik pula. Jika sebaliknya, maka kita akan mendapatkan imbas yang buruk. Peribahasa mengingatkan kita: “Barangsiapa yang menuai, maka ia akan memanennya”. Mari gunakan rasa kepo kita untuk kebaikan, bukan untuk mengikuti tipu daya setan. Wallahu a’lam bisshawab.
Editor: An-Najmi




























Leave a Reply